Recent Post

Monday, January 18, 2016

Server tanpa client sama seperti rumah tanpa penghuni, maka dibutuhkan client yang menggunakan jasa dari server. Client dan server saling berhubungan secara timbal balik. Server secara selektif menyediakan sumber daya yang dibutuhkan, dan client melakukan koneksi ke server
untuk meminta sumber daya tersebut.

Komunikasi client server bekerja dengan cara  request-response, dimana client meminta lalu server mengirim. Antara client dan server harus menggunakan aturan yang sama, kapan mengirim, kapan menerima, dan apa yang harus dikirim dan diterima. Semua aturan ini dinamakan protocol, yaitu cara komunikasi antara dua pihak atau lebih.
Server menyediakan berbagai macam layanan, web server menyediakan halaman web, file server menyedakan  file computer. Tapi, secara tidak langsung, untuk memproses halaman atau file yang diminta, server harus menggunakan sumber dayanya seperti RAM, Hardisk, CPU, dsb. Bagaimana cara server meminta dari server? Dan bagaimana server memberi kepada client?

 Client menghubungi server dan mengirim data yang dibutuhkan apabila ada, semua proses tersebut membutuhkan protocol. Protocol mengatur cara client/server mengirim data dan menerima data. 
Sebagai contoh, Ada sebuah bank yang memiliki  server, nasabah menggunakan  web
browser  (client) untuk mengakses data dari server. Nasabah meminta halaman web melalui web server dengan protocol HTTP. Server meminta nasabah untuk memasukkan informasi nama dan kata sandi untuk masuk ke dalam server. Server menjalankan aplikasi database, dan menerima data dari database, misalkan nasabah ingin melihat data transaksinya selama ini. Maka hasil dari server tersebut diterjemahkan sesai dengan aturan bank tersebut, dilewatkan lagi melalui protocol HTTP, dan akhirnya diterima kembali oleh client.
 Hubungan client server tidak akan terjadi kecuali client meminta sebuah layanan dari server. Jadi, tidak mungkin server tiba-tiba mengirim client data yang tidak diinginkan oleh client.
 Ada berbagai macam aplikasi yang menerapkan model klien, beberapa diantaranya sangat populer.
 
Komunikasi client server hanya bisa terjadi apabila client dan server sama sama mengikuti protokol yang sama. Perbedaan protocol diibaratkan meskipun sama-sama bisa bicara, tapi itu pembicaraan antara manusia dengan hewan.

Hirarki Koneksi Client Server

Server dan client bisa  berkomunikasi karena adanya protocol diantara mereka. Keberadaan protocol ini menjembatani antara client dengan server, sehingga keseragaman komunikasi bisa tercapai. 

 
Client dan server terhubung dengan bermacam-macam protocol. Meskipun ada banyak  protocol, selama server dan client sama-sama memahami protocol tersebut, maka tidak akan ada masalah.
Salah satu model komunikasi lainya adalah peer-to-peer, dimana client menjadi client sekaligus server, berhubungan dengan client lainya sebagai client sekaligus client. Peer-to-peer tetap menerapkan prinsip kerja komunikasi client server. Tapi dalam skala yang lebih kompleks, dan juga lebih besar. Peer-to-peer tidak mempunyai struktur otoritas yang jelas, berbeda dengan client server
konvensional yang jelas otoritas tertinggi ada di server utama.
0

Monday, January 11, 2016

Klasifikasi tingkatan dilakukan dengan membagi jenis-jenis hardware, seperti
kebutuhan RAM, Hardisk, CPU Clock Rate, dll. Sebelum melakukan optimalisasi, maka formula perhitungan optimalisasi di atas harus dinormalisasikan.
Contoh kasus, perusahaan dengan pegawai sebanyak 1000 orang, dengan aktifitas bisnis melakukan pengunggahan laporan, pengunduhan laporan, dan validasi data. Dilakukan benchmark, bahwa dalam 1 menit, ada 500 orang melakukan aktifitas bisnis, dari aktifitas tersebut, 30 orang gagal, dan sisanya berhasil. Maka rasio aktifitas bisnisnya adalah 500-30/500, 94%, ada 6% yang
gagal, sehingg rasionya adalah 106%.


Maka angka optimalisasinya, adalah 1000 * 1.0 * 1000 = 1,000,000.
Rasio akfitifas bisnis di optimalisasi harus 100%.
Lalu, dilakukan pencarian aktifitas puncak, 1 * 1.6 * 1000 = 1.600.000.
Rasio optimalisasinya 1.000.000/1.600.000 = 0.625

Tabel Klasifikasi RAM 

 Ukuran RAM (GB)  Rasio Optimalis
 2                                 < 10%
 4                                  > 10%
 8                                  > 40%
16                                 > 50% 


Maka RAM yang dibutuhkan adalah 16 Giga Byte. Begitu pula dengan cara perhitungan jumlah memory, clock rate CPU, dsb. Harus diingat bahwa tabel klasifikasi ini harus ditentukan oleh orang yang benar-benar mengerti tentang optimalisasi, yang telah berpengalaman dalam melakukan klasifikasi kebutuhan. Tabel klasifikasi muncul seiring dengan orang yang bertanggung jawab untuk melakuka klasifikasi tersebut mempunyai pengalaman saat operasional lapangan berlangsung.




Ada banyak sekali merk web server di luar sana. Lalu, bagaimana kita bisa memilih merk yang sesuai? Untuk mendapatkan kemampuan server yang optimal, maka merk dari web server harus memenuhi 4 kriteria berikut.  

1.  Jaminan
Aplikasi web server harus terjamin, dan apabila terjadi kerugian maka perusahaan web server tersebut juga harus ikut mempertanggung-jawabkanya. 

2.  Kontinuitas
Jaman berkembang terus, merk web server harus terus dikembangkan seiring dengan berkembangnya teknologi, dalam kasus web server seperti versi protocol HTTP, web server harus terus berkembang dan mengikuti standar prototokl HTTP yang baru tanpa melupakan yang lama. 

3.  Keamanan
Web server yang aman, tidak rentan terhadap pencurian identitas, injeksi, dsb, adalah salah satu alasan kemampuanya untuk terus berjalan dan melayani pengguna. 


4.  Kehandalan
Web server harus handal, dia tidak boleh sangat lemah hingga bahkan apabila hardware server sudah optimal, tapi software web server hanya bisa melayani 256 pengguna setiap menit.


Kesimpulan :
Server adalah perangkat jaringan yang memberikan layanan terhadap pengguna. Server melayani pengguna dengan handal dan harus bisa melakukanya setiap saat. Maka analisa terhadap kebutuhan server untuk bisa memenuhi tugasnya sangat dibutuhkan. Server yang lemah, tidak sesuai, dan tidak handal, bisa membuat kerugian yang besar. Oleh karena itu, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan sebelum membuat sebuah server. Server harus disesuaikan berdasarkan kebutuhan kesesuaian dengan hardware jaringan yang lainya, aktifitas bisnis yang dilakukanya, jumlah pengguna yang dilayaninya, juga harus dilengkapi dengan software yang mendukung kinerja hardware secara optimal, handal, dan terjamin
0

Monday, January 4, 2016

Analisa Kebutuhan 

Server adalah perangkat yang ditujukan untuk menyediakan sebuah layanan kepada beberapa perangkat lainya. Beberapa server bekerja dengan berat, dan beberapa lainya bekerja dengan ringan. Tidak semua kebutuhan server harus dimaksimalkan sebisa mungkin, beberapa kebutuhan bisa diminimalisir untuk menghemat biaya. Lalu, apa saja yang harus diperkirakan untuk mendapatkan server yang optimal?


1.  Hardware
Sebelum memulai dengan spesifikasi bisnis, maka kita butuh untuk menentukan hardwarenya terlebih dahulu. Hardware yang dimaksud adalah hardware yang bekerja sama dengan server, seperti Router, Switch, dsb. Pastikan, bahwa server kita bisa bekerja sama dengan hardware lainya,
pastikan bahwa port untuk koneksi antara peripheral satu bisa bekerja dengan yang lainya.


2.  Aktifitas Bisnis 
Setelah hardware yang bisa bekerja sama dengan baik, maka kita harus tahu aktifitas bisnis kita seperti apa. Dalam analisa kedua ini, kita harus tahu seberapa berat aktifitas yang dilakukan oleh server, apakah server akan melakukan komputasi matematika yang rumit? Apakah server hanya menyediakan konten? Apakah server bekerja dengan keras sebagai penyedia jasa kriptografi?
Setelah mengetahui aktifitas bisnis, kita bisa menentukan kebutuhan hardware operasional dalam server kita, berapa clock rate yang dibutuhkan, jumlah RAM, jumlah penyimpanan data, dsb.


3.  Jumlah Pengguna
Selain aktifitas bisnis, maka yang tidak bisa lepas darinya adalah jumlah pengguna. Aktifitas bisnis yang ringan mungkin memerlukan kualitas hardware yang rendah, tapi dengan jumlah pengguna yang
banyak, maka kualitas hardware yang tinggi  juga dibutuhkan.

Untuk mendapatkan spesifikasi yang minimal, jumlah pengguna dikalikan dengan rasio aktifitas bisnis yang dibutuhkan karena mereka saring terkait  satu sama lain. Spesifikasi minimal tersebut
dikalikan dengan jumlah pengguna lagi untuk membuat margin antar spesifikasi minimal dan rata-rata operasional.


 4.  Skalabilitas
Sebuah struktur yang baik adalah apabila struktur tersebut tumbuh, dia tidak perlu dibangun lagi dari awal. Server harus bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhan di masa mendatang.
Penentuan skema jaringan, dan juga pembagian sumber daya yang tepat, alokasi cadangan yang tepat bisa membuat perkembangan server dengan mudah tanpa harus merubah yang sudah jadi.



5.  Titik Penyebaran
Server dengan pengguna yang tersebar mempunyai jarak yang berbeda-beda dalam mengirimkan informasi. Apabila titik penyebaran terlalu jauh, bukan tidak mungkin server sekunder yang
lebih dekat harus dibuat. Pembuatan server sekunder,  bisa membuat penyampaian informasi, apabila tidak dimungkinkan, maka optimalisasi hardware media pengiriman data harus
ditingkatkan, seperti menggunakan media kecepatan tinggi seperti kabel fiber, dsb. 

6.  Software
Ingat bahwa hardware tidak bisa bekerja tanpa software. Pemilihan software yang tepat juga dibutuhkan. Kita juga bisa melihat aktifitas bisnis yang dilakukan, apakah server berfungsi sebagai penyedia DNS? Berarti, kita harus menginstall software manajemen DNS di
server.  Bagaimana dengan pemilihan jenis atau merk DNS server?
Pemilihan yang sesuai tergantung dari kebutuhan server, apabila server melayani jutaan pelanggan tiap harinya dan apabila mati sejenak bisa menyebabkan bencana, maka pemilihan merk
software sebaiknya dilakukan sebaik mungkin untuk meminimalisir kerugian.
Server harus bisa dihandalkan untuk mengatasi jutaan pengguna yang mengaksesnya.


Secara hirarki, kebutuhan server terpisah antar hardware dan software, tapi salah satu dari mereka tidak bisa diabaikan. Hadware ditentukan berdasarkan aktifitas bisnis dan jumlah pengguna, lalu bagaimana untuk menentukan hardware ini? Ada beberapa metode, salah satunya adalah klasifikasi tingkatan. Klasifikasi ini bisa berbeda-beda, sesuai dengan orang yang melakukan klasifikasi, orang tersebut harus berpengalaman dalam melakukan perkiraan kebutuhan hardware untuk sebuah bisnis.










0

Wednesday, November 11, 2015

Pengertian protokol jaringan komputer
Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim (transmitter) dan sisi penerima (receiver) agar komunikasi berlangsung dengan benar. Selain itu protokol juga berfungsi untuk memungkinkan dua atau lebih komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.



Hal – hal yang harus diperhatikan :
  • Syntax, Merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan untuk mengkodekan sinyal.
  • semantix, Digunakan untuk mengetahui maksud dari informasi yang dikirim dan mengoreksi kesalahan yang terjadi dari informasi tadi.
  •  Timing, Digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.
Fungsi Protokol :
  • Fragmentasi dan Reassembly, Membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi tadi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket berita yang lengkap.
  • Encaptulation, Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi berita yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain
  • Connection Control, Fungsi dari connection control adalah membangun hubungan komunikasi dari transmitter dan receiver.
  • Flow Control, Fungsi dari flow control adalah mengatur perjalanan data dari transmitter ke receiver.
  • Error Control, Fungsi dari error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.
  • Transmission Service, Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan data.
Standarisasi protokol
Beberapa perusahaan yang berperan dalam usaha komunikasi, antara lain :
  • Electronic Industries Association (EIA)
  • Committee Consultative Internationale de Telegrapque et Telephonique (CCITT)
  • International Standards Organization (ISO)
  • American National Standard Institute (ANSI)
  • Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)
Alasan di perlukan standarisasi dalam komunikasi data pada suatu jaringan komputer :

  •  Standarisasi memberikan jaminan kepada produsen hardware dan software bahwa produknya akan banyak digunakan oleh pemakai dengan kata lain potensi pasar menjadi lebih besar.
  • Standarisasi menjadikan produk dari para produsen komputer dapat saling berkomunikasi, sehingga pembeli menjadi lebih leluasa dalam memilih peralatan dan menggunakanya.
  • Dengan standarisasi maka produsen tidak dapat melakukan monopoli pasar sehingga harga produk menjadi lebih murah karena terjadi persaingan sehat antar para produsen dalam menjual produknya.
Jenis-jenis protokol

Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). TCP dispesifikasikan dalam RFC 793.
TCP memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Berorientasi sambungan (connection-oriented): Sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi terlebih dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses terminasi koneksi TCP (TCP connection termination).
  •  Full-duplex: Untuk setiap host TCP, koneksi yang terjadi antara dua host terdiri atas dua buah jalur, yakni jalur keluar dan jalur masuk. Dengan menggunakan teknologi lapisan yang lebih rendah yang mendukung full-duplex, maka data pun dapat secara simultan diterima dan dikirim. Header TCP berisi nomor urut (TCP sequence number) dari data yang ditransmisikan dan sebuah acknowledgment dari data yang masuk.
  • Dapat diandalkan (reliable): Data yang dikirimkan ke sebuah koneksi TCP akan diurutkan dengan sebuah nomor urut paket dan akan mengharapkan paket positive acknowledgment dari penerima. Jika tidak ada paket Acknowledgment dari penerima, maka segmen TCP (protocol data unit dalam protokol TCP) akan ditransmisikan ulang. Pada pihak penerima, segmen-segmen duplikat akan diabaikan dan segmen-segmen yang datang tidak sesuai dengan urutannya akan diletakkan di belakang untuk mengurutkan segmen-segmen TCP. Untuk menjamin integritas setiap segmen TCP, TCP mengimplementasikan penghitungan TCP Checksum.
bersambung...
0

Sunday, November 8, 2015

Keuntungan VoIP

  • Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Dengan dua lokasi yang terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah.
  • Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
  • Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
  • Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa
  • Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar. Contoh di Indonesia adalah VoIP Rakyat.
  • Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handset

Kelemahan dari VoIP
  • Kualitas suara tidak sejernih jaringan PSTN. Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional. Namun jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pita-lebar / broadband seperti Telkom Speedy, maka kualitas suara akan jernih - bahkan lebih jernih dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus.
  • Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan VoIP. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband (lihat di poin atas).
  • Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk disambung ke jaringan milik Telkom.
  • Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling berhubungan.
  • Jika memakai internet dan komputer di belakang NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP tersebut berjalan
  • Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet.
  • Peralatan relatif mahal. Peralatan VoIP yang menghubungkan antara VoIP dengan PABX (IP telephony gateway) relatif berharga mahal. Diharapkan dengan makin populernya VoIP ini maka harga peralatan tersebut juga mulai turun harganya.
  • Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck. Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jika tidak diatur dengan baik. Pengaturan bandwidth adalah perlu agar jaringan di perusahaan tidak menjadi jenuh akibat pemakaian VoIP.
  • Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan baik akan menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran
0

Thursday, October 29, 2015

Berikut merupakan poin-poin penting yang dapat diperhatikan dalam mendefinisikan konsep jaringan wireless
a. Alokasi dana (budget)

Merupakan elemen terpenting, kebutuhan akan jaringan wireless dan perangkatnya akan disesuaikan dan diatur sesuai dengan dana yang tersedia. Sebagai gambaran, perangkat dengan protokol 802.11a masih
mahal dibandingkan dengan 802.11g, sedangkan perangkat 802.11b mungkin lebih mahal dibandingkan 802.11g karena produknya sudah mulai diskontinyu. Melakukan studi kelayakan sebelum melakukan
implementasi dapat membantu mengoptimalkan budget.



b. Cakupan jaringan

Penentuan cakupan jaringan akan mempengaruhi jenis dan jumlah perangkat yang akan digunakan. Cakupan jarak dari jaringan dapat dipengaruhi oleh keberadaan tembok atau partisi, keberadaan
perangkat 802.11 yang lain, keberadaan perangkat yang menghasilkan interferensi frekuensi. Karena jarak dari perangkat 802.11a/b/g tanpa perangkat tambahan tidak jauh berbeda (sekitar 30-40m indoor dan
100m outdoor), maka bila implementasi akan dilakukan pada jarak yang lebih jauh harus digunakan AP dalam mode bridge atau dalam mode ESS (Extended Service Set).

c. Jumlah klien

Faktor ini akan mempengaruhi jumlah AP yang akan digunakan, karena setiap AP memiliki kapasitas maksimum klien yang dapat dilayani dalam satu waktu. Umumnya AP hanya dapat melayani belasan hingga 40 klien, hal ini bisa diketahui dari spesifikasi teknis perangkat AP.

d. Keamanan

Umumnya perangkat AP memiliki fitur WEP dan atau WPA terintegrasi untuk mengamankan jaringan. Namun kadang hal ini tidak cukup baik, apalagi untuk implementasi pada level korporat, maka dapat digunakan perangkat wireless router. Umumnya perangkat AP sekarang telah mencakup wireless router, namun masih ada yang belum sehingga perlu dicermati lebih seksama dalam memilih perangkat yang akan
digunakan. Dari sudut pandang biaya, harga perangkat AP dedicated (hanya berfungsi sebagai AP saja) dibandingkan dengan perangkat AP yang terintegrasi dengan wireless router, tidak terpaut jauh.

e. Koneksi ke jaringan wired atau internet

Apabila konektifitas ini belum tersedia, maka pengadaan untuk perangkat seperti modem, switch atau router perlu dipertimbangkan dalam implementasi.

f. Perangkat yang telah tersedia

Perlu diperhatikan ketersediaan interface pada perangkat yang sudah ada (seperti PC, notebook, PDA) untuk mempersiapkan tipe WNA yang akan dipasang. Contohnya pada umumnya notebook telah dilengkapi
dengan perangkat Wi-Fi yang telah terintegrasi pada prosesornya, sehingga dapat langsung digunakan dalam konfigurasi Adhoc atau Infrastruktur (bila telah tersedia perangkat AP). Contoh dari hal ini
salah satunya adalah notebook yang menggunakan prosesor Intel Centrino.
0

Wednesday, October 28, 2015

WAN menggunakan model OSI, tetapi focus utama pada Lapisan 1 dan Lapisan 2. Standar WAN secara khusus menggambarkan metoda pengiriman lapisan physical dan kebutuhan lapisan data link, yang meliputi pengalamatan physical, mengendalikan alur, dan encapsulation. Standard WAN menetapkan dan mengatur dengan sejumlah otoritas yang dikenali Protokol lapisan physical menggambarkan bagaimana cara untuk memberikan elektrik, mekanik, operasional, dan fungsi koneksi ke service provider dengan

menyediakan layanan komunikasi. Beberapa standard umum lapisan physical yang terdaftar dapat dilihat pada gambar dibawah ini

 Dan konektor yang digunakan pada Lapisan physical tergambar dibawah ini.

Protokol lapisan data link menggambarkan bagaimana encapsulated data untuk dikirimkan ke lokasi remote, dan mekanisme perpindahan yang menghasilkan frame. Berbagai perbedaan teknologi yang digunakan, seperti ISDN, Frame Relay atau Asynchronous Transfer Mode (ATM). Protokol ini menggunakan dasar mekanisme framing yang sama, high-level data link control (HDLC), standar ISO, atau salah satu dari nya sub-sets atau sesuatu yang berbeda.

WAN encapsulation
Data dari lapisan network diberikan pada lapisan data link untuk dikirmkan pada hubungan physical, yang mana secara normal point-to-point pada koneksi WAN. Lapisan data link membangun suatu frame di sekitar data lapisan network sehingga pengaturan dan pemeriksaan dapat diterapkan. Setiap jenis koneksi
WAN menggunakan protokol Lapisan 2 ke lalu lintas encapsulate ketika melintasi hubungan WAN. Untuk memastikan bahwa encapsulation protokol yang digunakan benar, jenis encapsulation Lapisan 2 digunakan untuk setiap interface serial router harus diatur. Memilih encapsulation protokol tergantung pada
teknologi WAN dan peralatan. Kebanyakan framing didasarkan pada standar HDLC.
Framing HDLC memberikan kehandalan dalam pengiriman data. Frame selalu dimulai dan berakhir dengan dasar flag 8-bit, bit berpola 01111110.
Address field mungkin adalah panjangnya satu atau dua bytes. Control field menunjukkan jenis frame, yang mungkin adalah informasi, supervisory, atau unnumbered. Control field secara normal satu byte, tetapi dapat juga dua bytes untuk memperluas system sliding windows. Address dan control field disebut frame header. Data encapsulated mengikuti control field. Kemudian frame check sequence (FCS) menggunakan mekanisme cyclic redundancy check (CRC) untuk menentukan bidang dua atau empat byte.
Beberapa protokol data link digunakan, meliputi sub-sets dan versi kepemilikan HDLC. WAN
 PPP dan Cisco versi HDLC mempunyai suatu bidang ekstra dalam header untuk mengidentifikasi protokol lapisan network dari data yang di encapsulated.


0

Author