Wednesday, November 11, 2015

Pengertian protokol jaringan komputer
Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim (transmitter) dan sisi penerima (receiver) agar komunikasi berlangsung dengan benar. Selain itu protokol juga berfungsi untuk memungkinkan dua atau lebih komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.



Hal – hal yang harus diperhatikan :
  • Syntax, Merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan untuk mengkodekan sinyal.
  • semantix, Digunakan untuk mengetahui maksud dari informasi yang dikirim dan mengoreksi kesalahan yang terjadi dari informasi tadi.
  •  Timing, Digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.
Fungsi Protokol :
  • Fragmentasi dan Reassembly, Membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi tadi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket berita yang lengkap.
  • Encaptulation, Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi berita yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain
  • Connection Control, Fungsi dari connection control adalah membangun hubungan komunikasi dari transmitter dan receiver.
  • Flow Control, Fungsi dari flow control adalah mengatur perjalanan data dari transmitter ke receiver.
  • Error Control, Fungsi dari error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.
  • Transmission Service, Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan data.
Standarisasi protokol
Beberapa perusahaan yang berperan dalam usaha komunikasi, antara lain :
  • Electronic Industries Association (EIA)
  • Committee Consultative Internationale de Telegrapque et Telephonique (CCITT)
  • International Standards Organization (ISO)
  • American National Standard Institute (ANSI)
  • Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)
Alasan di perlukan standarisasi dalam komunikasi data pada suatu jaringan komputer :

  •  Standarisasi memberikan jaminan kepada produsen hardware dan software bahwa produknya akan banyak digunakan oleh pemakai dengan kata lain potensi pasar menjadi lebih besar.
  • Standarisasi menjadikan produk dari para produsen komputer dapat saling berkomunikasi, sehingga pembeli menjadi lebih leluasa dalam memilih peralatan dan menggunakanya.
  • Dengan standarisasi maka produsen tidak dapat melakukan monopoli pasar sehingga harga produk menjadi lebih murah karena terjadi persaingan sehat antar para produsen dalam menjual produknya.
Jenis-jenis protokol

Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). TCP dispesifikasikan dalam RFC 793.
TCP memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Berorientasi sambungan (connection-oriented): Sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi terlebih dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses terminasi koneksi TCP (TCP connection termination).
  •  Full-duplex: Untuk setiap host TCP, koneksi yang terjadi antara dua host terdiri atas dua buah jalur, yakni jalur keluar dan jalur masuk. Dengan menggunakan teknologi lapisan yang lebih rendah yang mendukung full-duplex, maka data pun dapat secara simultan diterima dan dikirim. Header TCP berisi nomor urut (TCP sequence number) dari data yang ditransmisikan dan sebuah acknowledgment dari data yang masuk.
  • Dapat diandalkan (reliable): Data yang dikirimkan ke sebuah koneksi TCP akan diurutkan dengan sebuah nomor urut paket dan akan mengharapkan paket positive acknowledgment dari penerima. Jika tidak ada paket Acknowledgment dari penerima, maka segmen TCP (protocol data unit dalam protokol TCP) akan ditransmisikan ulang. Pada pihak penerima, segmen-segmen duplikat akan diabaikan dan segmen-segmen yang datang tidak sesuai dengan urutannya akan diletakkan di belakang untuk mengurutkan segmen-segmen TCP. Untuk menjamin integritas setiap segmen TCP, TCP mengimplementasikan penghitungan TCP Checksum.
bersambung...
0

Sunday, November 8, 2015

Keuntungan VoIP

  • Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Dengan dua lokasi yang terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah.
  • Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
  • Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
  • Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa
  • Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar. Contoh di Indonesia adalah VoIP Rakyat.
  • Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handset

Kelemahan dari VoIP
  • Kualitas suara tidak sejernih jaringan PSTN. Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional. Namun jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pita-lebar / broadband seperti Telkom Speedy, maka kualitas suara akan jernih - bahkan lebih jernih dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus.
  • Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan VoIP. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband (lihat di poin atas).
  • Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk disambung ke jaringan milik Telkom.
  • Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling berhubungan.
  • Jika memakai internet dan komputer di belakang NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP tersebut berjalan
  • Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet.
  • Peralatan relatif mahal. Peralatan VoIP yang menghubungkan antara VoIP dengan PABX (IP telephony gateway) relatif berharga mahal. Diharapkan dengan makin populernya VoIP ini maka harga peralatan tersebut juga mulai turun harganya.
  • Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck. Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jika tidak diatur dengan baik. Pengaturan bandwidth adalah perlu agar jaringan di perusahaan tidak menjadi jenuh akibat pemakaian VoIP.
  • Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan baik akan menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran
0

Thursday, October 29, 2015

Berikut merupakan poin-poin penting yang dapat diperhatikan dalam mendefinisikan konsep jaringan wireless
a. Alokasi dana (budget)

Merupakan elemen terpenting, kebutuhan akan jaringan wireless dan perangkatnya akan disesuaikan dan diatur sesuai dengan dana yang tersedia. Sebagai gambaran, perangkat dengan protokol 802.11a masih
mahal dibandingkan dengan 802.11g, sedangkan perangkat 802.11b mungkin lebih mahal dibandingkan 802.11g karena produknya sudah mulai diskontinyu. Melakukan studi kelayakan sebelum melakukan
implementasi dapat membantu mengoptimalkan budget.



b. Cakupan jaringan

Penentuan cakupan jaringan akan mempengaruhi jenis dan jumlah perangkat yang akan digunakan. Cakupan jarak dari jaringan dapat dipengaruhi oleh keberadaan tembok atau partisi, keberadaan
perangkat 802.11 yang lain, keberadaan perangkat yang menghasilkan interferensi frekuensi. Karena jarak dari perangkat 802.11a/b/g tanpa perangkat tambahan tidak jauh berbeda (sekitar 30-40m indoor dan
100m outdoor), maka bila implementasi akan dilakukan pada jarak yang lebih jauh harus digunakan AP dalam mode bridge atau dalam mode ESS (Extended Service Set).

c. Jumlah klien

Faktor ini akan mempengaruhi jumlah AP yang akan digunakan, karena setiap AP memiliki kapasitas maksimum klien yang dapat dilayani dalam satu waktu. Umumnya AP hanya dapat melayani belasan hingga 40 klien, hal ini bisa diketahui dari spesifikasi teknis perangkat AP.

d. Keamanan

Umumnya perangkat AP memiliki fitur WEP dan atau WPA terintegrasi untuk mengamankan jaringan. Namun kadang hal ini tidak cukup baik, apalagi untuk implementasi pada level korporat, maka dapat digunakan perangkat wireless router. Umumnya perangkat AP sekarang telah mencakup wireless router, namun masih ada yang belum sehingga perlu dicermati lebih seksama dalam memilih perangkat yang akan
digunakan. Dari sudut pandang biaya, harga perangkat AP dedicated (hanya berfungsi sebagai AP saja) dibandingkan dengan perangkat AP yang terintegrasi dengan wireless router, tidak terpaut jauh.

e. Koneksi ke jaringan wired atau internet

Apabila konektifitas ini belum tersedia, maka pengadaan untuk perangkat seperti modem, switch atau router perlu dipertimbangkan dalam implementasi.

f. Perangkat yang telah tersedia

Perlu diperhatikan ketersediaan interface pada perangkat yang sudah ada (seperti PC, notebook, PDA) untuk mempersiapkan tipe WNA yang akan dipasang. Contohnya pada umumnya notebook telah dilengkapi
dengan perangkat Wi-Fi yang telah terintegrasi pada prosesornya, sehingga dapat langsung digunakan dalam konfigurasi Adhoc atau Infrastruktur (bila telah tersedia perangkat AP). Contoh dari hal ini
salah satunya adalah notebook yang menggunakan prosesor Intel Centrino.
0

Wednesday, October 28, 2015

WAN menggunakan model OSI, tetapi focus utama pada Lapisan 1 dan Lapisan 2. Standar WAN secara khusus menggambarkan metoda pengiriman lapisan physical dan kebutuhan lapisan data link, yang meliputi pengalamatan physical, mengendalikan alur, dan encapsulation. Standard WAN menetapkan dan mengatur dengan sejumlah otoritas yang dikenali Protokol lapisan physical menggambarkan bagaimana cara untuk memberikan elektrik, mekanik, operasional, dan fungsi koneksi ke service provider dengan

menyediakan layanan komunikasi. Beberapa standard umum lapisan physical yang terdaftar dapat dilihat pada gambar dibawah ini

 Dan konektor yang digunakan pada Lapisan physical tergambar dibawah ini.

Protokol lapisan data link menggambarkan bagaimana encapsulated data untuk dikirimkan ke lokasi remote, dan mekanisme perpindahan yang menghasilkan frame. Berbagai perbedaan teknologi yang digunakan, seperti ISDN, Frame Relay atau Asynchronous Transfer Mode (ATM). Protokol ini menggunakan dasar mekanisme framing yang sama, high-level data link control (HDLC), standar ISO, atau salah satu dari nya sub-sets atau sesuatu yang berbeda.

WAN encapsulation
Data dari lapisan network diberikan pada lapisan data link untuk dikirmkan pada hubungan physical, yang mana secara normal point-to-point pada koneksi WAN. Lapisan data link membangun suatu frame di sekitar data lapisan network sehingga pengaturan dan pemeriksaan dapat diterapkan. Setiap jenis koneksi
WAN menggunakan protokol Lapisan 2 ke lalu lintas encapsulate ketika melintasi hubungan WAN. Untuk memastikan bahwa encapsulation protokol yang digunakan benar, jenis encapsulation Lapisan 2 digunakan untuk setiap interface serial router harus diatur. Memilih encapsulation protokol tergantung pada
teknologi WAN dan peralatan. Kebanyakan framing didasarkan pada standar HDLC.
Framing HDLC memberikan kehandalan dalam pengiriman data. Frame selalu dimulai dan berakhir dengan dasar flag 8-bit, bit berpola 01111110.
Address field mungkin adalah panjangnya satu atau dua bytes. Control field menunjukkan jenis frame, yang mungkin adalah informasi, supervisory, atau unnumbered. Control field secara normal satu byte, tetapi dapat juga dua bytes untuk memperluas system sliding windows. Address dan control field disebut frame header. Data encapsulated mengikuti control field. Kemudian frame check sequence (FCS) menggunakan mekanisme cyclic redundancy check (CRC) untuk menentukan bidang dua atau empat byte.
Beberapa protokol data link digunakan, meliputi sub-sets dan versi kepemilikan HDLC. WAN
 PPP dan Cisco versi HDLC mempunyai suatu bidang ekstra dalam header untuk mengidentifikasi protokol lapisan network dari data yang di encapsulated.


0

Sunday, October 25, 2015


Network firewall yang pertama muncul pada akhir era 1980 an yaitu berupa perangkat router yang dipakai untuk memisahkan suatu network menjadi jaringan lokal (LAN) yang lebih kecil, dimana kondisi ini penggunaan firewall hanya dimaksudkan untuk mengurangi masalah peluberan (spillover) data dari LAN keseluruh jaringan untuk mencegah masalah masalah semacam error pada manajemen jaringan, atau aplikasi yang terlalu banyak menggunakan sumberdaya meluber ke seluruh jaringan. Penggunaan firewall untuk keperluan sekuriti (security firewall) pertama kali digunakan pada awal dekade 1990 an,
berupa router IP dengan aturan filter tertentu. Aturan sekuriti saat itu berupa sesuatu seperti: ijinkan setiap orang “disini” untuk mengakses “keluar sana” , juga cegahlah setiap orang (atau apa saja yang tidak disukai) “diluar sana” untuk masuk “kesini”. Firewall semacam ini cukup efektif, tetapi memiliki kemampuan yang terbatas. Seringkali sangat sulit untuk menggunakan aturan filter secara benar. Sebagai contoh, dalam beberapa kasus terjadi kesulitan dalam mengenali seluruh bagian dari suatu aplikasi yang dikenakan restriksi. Dalam kasus lainnya, aturan filter harus dirubah apabila ada perubahan “diluar sana”.
Firewall generasi selanjutnya lebih fleksibel, yaitu berupa sebuah firewall yang dibangun pada apa yang disebut “Bastion Host”. Firewall komersial yang pertama dari tipe ini, yang menggunakan filter dan gateway aplikasi (proxies), kemungkinan adalah produk dari Digital Equipment Corp (DEC). DEC yang dibangun berdasarkan firewall korporat DEC. Brian Reidd anti mengineering di laboratorium sistem jaringan DEC di Pallo Alto adalah pencipta firewall DEC. Firewall komersial pertama di konfigurasi untuk, dan dikirimkan kepada pelanggan pertamanya, sebuah perusahaan kimia besar yang berbasis di pantai timur AS pada 13 Juni 1991. Dalam beberapa bulan kemudian, Marcus Ranum dari Digital Corp. Menciptakan security proxies dan menulis ulang sebagian besar kode program firewall. Produk firewall tersebut kemudian diproduksi massal dengan nama dagang DECSEAL (singkatan dari Security External Access Link). DECSEAL tersusun atas sebuah sistem eksternal yang disebut gatekeeper sebagai satu satunya sistem yang dapat berhubungan dengan internet, sebuah filtering gateway yang disebut gate, dan sebuah mailhub internal
 
 “Bastion Host” adalah sistem / bagian yang dianggap tempatter kuat dalam sistem keamanan jaringan oleh administrator. Atau dapat disebut bagian terdepan yang dianggap paling kuat dalam menahan serangan, sehingga menjadi bagian terpenting dalam pengamanan jaringan, biasanya merupakan komponen firewall atau bagian terluar sistem publik. Umumnya Bastionhost akan menggunakan Sistem operasi yang dapat menangani semua kebutuhan misal: Unix, linux, NT. Firewall untuk pertama kalinya dilakukan dengan menggunakan prinsip “non routing” pada sebuah Unix host yang menggunakan 2 buah network interface card, network interface card yang pertama dihubungkan ke internet (jaringan lain) sedangkan yang lainnya dihubungkan ke PC (jaringan lokal) (dengan catatan tidak terjadi “route” antara kedua network interface card di PC ini).

 Definisi Firewall
 Istilah “firewall” sendiri sebenarnya juga dikenal dalam disiplin lain,dan dalam kenyataannya, istilah ini tidak hanya bersangkutan dengan terminology jaringan. Kita juga menggunakan firewall, misalnya untuk memisahkan garasi dari rumah, atau memisahkan satu apartemen dengan apartemen lainnya. Dalam hal ini, firewall adalah penahan (barrier) terhadap api yang dimaksudkan untuk memperlambat penyebaran api seandainya terjadi kebakaran sebelum petugas pemadam kebakaran dating untuk memadamkan api. Contoh lain dari firewall juga bisa ditemui pada kendaran bermotor, dimana firewall memisahkan antara ruang penumpang dan kompartemen mesin.
Untuk firewall didalam terminology jaringan, memiliki beberapa pengertian antara lain adalah sebagai berikut:
Firewall didefinisikan sebagai suatu cara atau mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware, software ataupun system itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya.
Firewall didefinisikan sebagai sebuah komponen atau kumpulan komponen yang membatasi akses antara sebuah jaringan yang diproteksi dan internet, atau antara kumpulan kumpulan jaringan lainnya.
Definisi lain mengatakan bahwa, firewall adalah sebuah computer yang memproteksi jaringan dari jaringan yang tidak dipercaya yang memisahkan antara jaringan local dengan jaringan publik, dengan melakukan metode filtering paket data yang masuk dan keluar
Ilmuwan lain mendefinisikan firewall sebagai sebuah titik diantara dua/lebih jaringan dimana semua lalulintas (trafik) harus melaluinya (choke point); trafik dapat dikendalikan oleh dan diautentifikasi melalui sautu perangkat, dan seluruh trafik selalu dalam kondisi tercatat (logged).
Dari beberapa definisi diatas, penulis dapat memberikan definisi dimana firewall adalah sebuah pembatas antara suatu jaringan local dengan jaringan lainnya yang sifatnya public (dapat diakses oleh siapapun) sehingga setiap data yang masuk dapat diidentifikasi untuk dilakukan penyaringan sehingga aliran data dapat dikendalikan untuk mencegah bahaya/ancaman yang dating dari jaringan publik.

Tujuan Penggunaan
Terdapat beberapa tujuan penggunaan firewall, antara lain:
a) Firewall biasanya digunakan untuk mencegah atau mengendalikan aliran data tertentu. Artinya, setiap paket yang masuk atau keluarakan diperiksa, apakah cocok atau tidak dengan criteria yang ada pada standar keamanan yang didefinisikan dalam firewall.

b) Untuk melindungi dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah workstation, server,


c) Penggunaan firewall yang dapat mencegah upaya berbagai Trojan horses, virus, phishin, spyware untuk memasuki system yang dituju dengan cara mencegah hubungan dari luar, kecuali yang diperuntukan bagi computer dan port tertentu seperti gambar
d) Firewall akan memfilter serta mengaudit traffic yang melintasi perbatasan antara jaringan luar maupun dalam.
0

Tuesday, October 20, 2015

UDP sering diplesetkan dengan Unreliable Transport Protocol, karena UDP tidak memberikan service IP apapun kecuali komunikasi process-to-process dan hostto-host dan sedikit pemeriksaan kesalahan.
UDP adalah protocol yang sangat sederhana dengan overhead yang minimum, jika suatu proses perlu untuk mengirim pesan yang realatif kecil dan tidak terlalu mementingkan kehandalan, tepat jika menggunakan UDP. Pengiriman pesan kecil menggunakan UDP membutuhkan interaksi antara pengirim dan penerima

lebih sedikit dibandingkan bila menggunakan TCP atau SCTP.Tabel dibawah ini menunjukkkan beberapa nomor port yang sering digunakan oleh UDP. Beberapa port dapat juga digunakan baik oleh TCP maupun UDP.

Pada sistem UNIX port yang sering digunakan disimpan dalam file fetchservice, Setiap baris pada file ini merupakan daftar nama server dan port yang digunakan. Kita dapat menggunakan grep untuk mendapatkan aplikasi dan port yang berhubungan. Barikut ini contoh untuk port FTP (FTP dapat menggunakan port 21 baik UDP maupun TCP).
SNMP menggunakan dua port yaitu 161 dan 162, masing-masing dengan kegunaan yang berbeda-beda.
 User Datagram

Paket UDP disebut user datagram, dengan ukuran header 8 byte, yang terdiri :
1. Port sumber, dengan panjang 16 bit, jika host sumber sebagai client, kebanyakan nomor port ditentukan oleh software UDP yang berjalan di host sumber, namun jika host sumber sebagai server, nomor port
menggunakan port yang umum digunakan.

2. Port tujuan, panjang 16 bit, jika host tujuan adalah server, biasanya nomor port adalah yang biasa digunakan, jika host tujuan adalah client, nomor port adalah nomor yang dikopi dari nomor port sementara yang diterima pada paket.

3. Panjang data, sepanjang 16 bit menyatakan panjang total user datagram dan header. Sesungguhnya angka panjang user datagram di UDP tidak terlalu penting karena user datagram terbungkus dalam IP datragram, dan didalamnya sudah terdapat definisi panjang totalnya. Namun karena dirasa UDP akan lebih efisien bila UDP langsung memberikan panjang datagram dibanding software IP yang menyediakannya.

4. Checksum, bagian ini digunakan untuk mengetahui adanya error pada user datagram.

Checksum
Perhitungan checksum pada UDP berbeda dengan IP maupun ICMP, disini checksum melibatkan 2 bagian : pseudoheader, header UDP, dan data yang berasal dari layer applikasi. Pseudoheader adalah bagian dari header paket IP pada user datagram yang dibungkus dengan mengisi beberapa bagian dengan 0. Jika checksum tidak memuat pseudoheader, user datangram mungkin masih utuh namun jika header IP rusak kemungkinan terkirim ke host yang salah.
Bagian kode protokol menjamin bahwa paket merupakan UDP bukan protokol layer transport lainnya. Kita akan melihat bahwa proses menggunakan UDP maupun TCP, nomer port tujuan bisa sama. Nomer dari kode protokol UDP adalah 17, jika nilai ini berubah selam transmisi, perhitungan checksum pada penerima akan mendeteksinya dan membatalkan paket UDP, jika tidak maka akan terhantarkan pada protokol yang salah.

Operasi UDP
1. Connectionless Service

UDP memberikan layanan connectionless services, yang artinya setiap user datagram yang dikirim adalah datagram yang independent, Sehingga tidak ada hubungan antara datagram yang berbeda meskipun mereka berasal dari proses yang sama dan program tujuan yang sama. User datagram juga tidak dinomori, serta tidak ada koneksi yang dibangun dan tidak ada koneksi yang diputuskan, seperti pada TCP, ini artinya setiap
user datagram dapat menuju tujuan yang berbeda-beda. Salah satu hasil dari connectionless ini adalah proses menggunakan UDP tidakdapat mengirim aliran data dan mengaitkan user datagram satu sama lain. Dan juga request harus cukup kecil untuk dimuat dalam satu datagram.

2. Kontrol Aliran dan Galat/Error

UDP sangat sederhana, protokol transport yang unreliable. Tidak ada kontrol aliran dan juga window mechanism. Penerima hanya akan dibanjiri dengan pesan yang datang. Sedangkan untuk kontrol error UDP juga tidak ada kecuali hanya untuk checksum. Sehingga pengirim tidak tahu apakah pesannya ganda atau hilang dijalan. Ketika penerima mendapatkan kesalahan pada checksum maka user datagram akan diabaikan begitu saja secara diam-diam.

3.  Enkapsulasi dan Dekapsulasi

Untuk mengirimkan pesan dari satu proses ke proses yang lain, UDP mekapsulasi dan dekapsulasi pesan dalam IP datagram.

4. Antrian/Queuing

Pada sisi client ketika proses dimulai maka proses akan meminta nomer port dari sistem operasi. Beberapa implementasi membuat antrian kedatangan dan pengiriman yang berkaitan untuk setiap proses, namun ada juga yang hanya membuat antrian pengiriman saja yang berkaitan dengan proses. Meskipun komunikasi melibatkan banyak proses namun port yang digunakan tetap satu. Kebanyakan antrian dimulai oleh client, yang berfungsi selama proses berjalan, ketika proses selesai maka antrian akan dihapus.
0

WAN adalah data komunikasi jaringan yang beroperasi pada jangkauan geograpik lebih luas dari LAN. Satu perbedaan utama antara WAN dan LAN adalah bahwa suatu perusahaan atau organisasi harus berlangganan pada penyedia layanan WAN dalam rangka menggunakan jasa pengangkutan jaringan WAN.
Peralatan yang berlangganan disebut customer premises equipment (CPE). Suatu tembaga atau kabel fiber menghubungkan CPE ke service provider yang paling dekat atau central office (CO). Pemasangan kabel ini sering disebut local loop, atau " last-mile".



Pada perintah untuk local loop untuk membawa data, suatu alat seperti modem diperlukan untuk menyiapkan data untuk dikirimkan. Peralatan yang menyimpan data pada local loop disebut data circuit-terminating equipment, atau data communications equipment (DCE). Pelanggan peralatan mengirimkan data pada
DCE disebut data terminal equipment (DTE).

Interface DTE/DCE digunakan berbagai protokol lapisan phisik, seperti High- Speed Serial Interface (HSSI) dan V.35. Protokol ini menetapkan kode dan parameter alat elektrik yang digunakan untuk komunikasi dengan satu sama lainnya.
Hubungan WAN menyediakan berbagai ukuran kecepatan bit per detik (bps), kilobits per detik (kbps atau 1000 bps), megabits per detik (Mbps atau 1000 kbps) atau gigabits per detik (Gbps atau 1000 Mbps). Nilai bps biasanya full duplex. Ini berarti E1 dapat membawa 2 Mbps, atau T1 dapat membawa 1.5
Mbps, pada setiap arah secara bersamaan.


Peralatan WAN
WAN adalah kelompok LAN yang bersama-sama terhubung dengan hubungan komunikasi dari service provider. Karena hubungan komunikasi tidak bisa mengisi secara langsung ke dalam LAN, maka interface peralatan tambahan seperti gambar dibawah ini:

Router akan menggunakan informasi alamat Lapisan 3 untuk mengirimkan data pada interface WAN yang sesuai. Router adalah alat jaringan cerdas dan aktip dan oleh karena itu dapat berpartisipasi mengatur jaringan. Router mengatur jaringan dengan pengaturan secara dinamis atas sumber daya dan mendukung
tugas dan tujuan bagi jaringan. Sebagian dari tujuan ini adalah hubungan, kehandalan, pengendalian manajemen dan fleksibilitas. Menghubungkan komunikasi membutuhkan sinyal dalam format yang sesuai.
Karena bentuk digital memerlukan channel service unit (CSU) dan data service unit (DSU). Keduanya sering digabungkan ke dalam satu bagian peralatan, yang disebut CSU/DSU. CSU/DSU dapat juga dibangun dalam interface card pada router.
Ketika ISDN digunakan sebagai hubungan komunikasi, semua peralatan terhubung dengan bus ISDN dan ISDN harus sesuai. Kecocokan biasanya dibangun dalam interface komputer untuk koneksi telepon langsung, atau interface router untuk LAN ke koneksi WAN. Peralatan lama tanpa interfaceISDN memerlukan ISDNterminal adapter (TA) untuk ISDN yang sesuai.






0

Sunday, October 18, 2015

Sejarah Perkembangan teknologi VoIP dimulai dari penemuan telepon pada tahun 1876 oleh Alexander Graham Bell. Kemudian dikembangkan lagi teknologi PSTN ( Public Switched Telephone Network ) yang sudah berkembang sampai sekarang. Beberapa tahun kemudian mulai berkembang teknologi yang baru. Pembuatan Personal Computer (PC) secara massal, system komunikasi telepon selular dan terakhir system berdasarkan jaringan internet yang memberikan layanan e-mail, Chat dan lain-lain.

Teknologi VoIP diperkenalkan setelah internet mulai berkembang sekitar tahun 1995. Pada mulanya kemampuan mengirimkan suara melalui internet hanya merupakan eksperimen dari beberapa orang atau perusahaan kecil. Ini dimulai dengan perusahaan seperti Vocaltech dan kemudian pada akhirnya diikuti oleh Microsoft dengan program Netmeeting-nya. Pada saat itu jaringan komputer internet masih sangat lambat. Di rumah-rumah (khususnya di Amerika) masih digunakan dial-up dengan kecepatan 36,6 Kbyte. Backbone Internet pun masih kecil. Aplikasi yang bersifat menghabiskan bandwidth, seperti misalnya suara atau video, masih sangat terbatas penggunaannya di pusat penelitian yang memiliki bandwidth besar.
Dalam komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dengan bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat global. Sehingga untuk hubungan Internasionaldapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat di tekan karena voicedan data networkterpisah, sehingga IP Phone dapat di tambah, dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon konvensional yang harus mempunyai port tersendiri di Sentral atau PBX (Private branch exchange).
Untuk di Indonesia komunitas pengguna / pengembang VoIP di masyarakat, berkembang di tahun 2000. Komunitas awal pengguna / pengembang VoIP adalah “VoIP Merdeka” yang dicetuskan oleh pakar internet Indonesia, Onno W. Purbo. Teknologi yang digunakan adalah H.323 yang merupakan teknologi awal VoIP. Sentral VoIP Merdeka di hosting di Indonesia Internet Exchange (IIX) atas dukungan beberapa ISP dan Asossiasi Penyelenggara Jaringan Internet (APJII).
Di tahun 2005, Anton Raharja dan tim dari ICT Center Jakarta mulai mengembangkan VoIP jenis baru berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Teknologi SIP merupakan teknologi pengganti H.323 yang sulit menembus proxy server. Di tahun 2006, infrastruktur VoIP SIP di kenal sebagai VoIP Rakyat.
0

Pengertian VoIP
Voice over Internet Protocol adalah Teknologi yang menjadikan media internet untuk bisa melakukan komunikasi suara jarak jauh secara langsung. Sinyal suara analog, seperti yang anda dengar ketika berkomunikasi di telepon diubah menjadi data digital dan dikirimkan melalui jaringan berupa paket-paket data secara real time.

Dalam komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dengan bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat global. Sehingga untuk hubungan Internasionaldapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat di tekan karena voicedan data networkterpisah, sehingga IP Phone dapat di tambah, dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon konvensional yang harus mempunyai port tersendiri di Sentral atau PBX (Private branch exchange).
 Voice over Internet Protocol (juga disebut VoIP, IP Telephony, Internet telephony atau Digital Phone) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa.

Definisi VoIP adalah suara yang dikirim melalui protokol internet (IP)VoIP yang disebut juga internet telephony merupakan teknologi yang menawarkan solusi teleponi melalui jaringan paket (IP Network). Teknologi menyimpang dari kelaziman tetapi menjanjikan suatu kelebihan, sehingga banyak pihak yang ikut melibatkan diri.
VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah suatu cara untuk berkomunikasi suara melalui Internet Protocol. Layanan ini terselenggara berkat kerja sama Pacific Link dengan penyelenggara ITSP (Internet Telephony Service Provider)
Pelayanan Voice over Internet Protocol (VoIP) ditawarkan sebagai pelayanan bernilai tambah untuk jaringan leased line, ISP dan pelanggan MPLS. Pelayanan ini mencakup panggilan internasional (SLI), Nasional (SLJJ) dan panggilan ke selular langsung dari sistem telepon perusahaan (PABX) dengan tarif yang bersaing.
VoIP mereduksi biaya mereduksi biaya percakapan sampai 60%. Sebagai contoh, tarif percakapan lewat telepon kabel di Amerika Serikat Rp 6.000/menit atau US$ 66 sen, sementara tarif VoIP hanya Rp 1.300/menit atau sekitar US$ 14 sen. Selain Reduksi biaya, VoIP juga menyederhanakan sistem, memudahkan OAM dan mendukung aplikasi multimedia.
Kelebihan dari layanan ini dibandingkan dengan teknologi komunikasi suara biasa adalah tarif telepon yang dapat ditekan sehingga lebih murah. Hal ini dimungkinkan karena suara diubah menjadi data dan dikompres sehingga dengan besar saluran yang sama dapat dilewatkan lebih banyak pembicaraan paralel. Jika misalnya dalam format suara saluran tersebut hanya dapat digunakan oleh satu pembicaraan, maka dengan format data dapat digunakan delapan pembicaraan paralel.
Pacific Link menyediakan 2 jenis layanan, pra bayar dan pasca bayar dan pemakainya tidak harus mempunyai koneksi Internet, cukup memakai telepon PSTN (Public Switched Telephone Network) biasa.
Selain cara di atas, kami juga menyediakan layanan VoIP bagi para pelanggan Internet kami dengan memanfaatkan koneksi yang sudah ada (dial-up, ADSL, maupun leased line).
B. SEJARAH
0

Friday, September 18, 2015



Mungkinkah membuat sendiri antenna untuk WLAN 2.4GHz? Mengapa tidak? Ada beberapa referensi menarik di Internet yang dapat memberikan inspirasi bagaimana membuat sendiri Antenna 2.4GHz sendiri, diantaranya adalah:

·         antenna helical
·         antenna dipole / yagi sederhana
·         antenna yagi
·         feed system untuk parabola
·         Dll. masih banyak lagi.

Salah satu antenna yang saya lihat paling menarik adalah antenna helical yang dirancang oleh Jason Hecker (jason@air.net.au).
Untuk memberikan gambaran bagi para pembaca saya coba terjemahkan secara bebas penjelasan Jason dari http://users.bigpond.net.au/jhecker/.

Komponen yang perlu disiapkan antara lain adalah:
  • 1 x 0.55 meter pipa pralon diameter 40 mm (40 mm inner, 42-43 mm outer).
  • 1 x 40 mm (diameter) penutup pralon.
  • 1 x 150 mm (diameter) penutup pralon atau potongan plastik / kayu yang tenbal dengan diameter yang sama.
  • 2 x 25 mm atau 35 mm baut U.
  • 8 x mur untuk baut U.
  • 8 x ring untuk baut U.
  • 1 x 5/16” baut (yang pendek) dengar mur & ring yang cocok.
  • 1 x lempengan kuningan dengan ketebalan 0.4-0.7 mm secukupnya untuk dipotong dengan lingkaran berdiameter 130 mm.
  • Kabel tembaga diamter 1 mm berlapis email sepanjang beberapa meter.
  • 1 x konektor N untuk di letakan di panel.
  • 3 x mur & ring untuk konektor N tersebut.
  • Print PDF file berisi pattern antenna helical, atau membuat sendiri dari perhitungan di bawah. File PDF dapat di ambil dari http://users.bigpond.net.au/jhecker/.
  • Lem Araldite yang lambat mengeringnya.
  • Lem Loctite 424 atau yang mirip (seperti superglue atau hotglue gun).
  • Penutup silicon.
  • Selotape.
 
Peralatan yang dibutuhkan:
  • Gergaji.
  • Meja yang rata / datar.
  • Pemotong kabel.
  • Kunci untuk baut 5/16”.
  • Obeng untuk konektor N.
  • Bor
  • Solder
  • Gunting (untuk menggunting lempeng kuningan).
  • Pisau.

Langkah membuat antenna tersebut adalah:

  • Print & potong template dari PDF file yang anda ambil di http://users.bigpond.net.au/jhecker/. Ada tiga file, yaitu, circle.pdf dan  rhspiral.pdf  atau  lhspiral.pdf. Gunakan rhspiral untuk right handed spiral helicals dan lhspiral untuk left handed spirals.  Anda membutuhkan circle untuk membuat  ground plane (reflector), kecuali jika anda dapat membuat lingkaran dengan diamter 130 mm yang baik.

  • Potong pipa pralon 40 mm sepanjang 550 mm (55 cm).

  • Lilitan template lilitan rhspiral atau lhspiral di pipa pralon dan selotape ujung-ujungnya. Tidak masalah anda menggunakan RIGHT atau LEFT handed template selama ujung-ujungnya menyambung. Pastikan spiral yang kita gambar menyambung ujung ke ujung. Sedikit gap tidak terlalu masalah. Yang perlu di ingat bahwa jika anda menyatukan LEFT & RIGHT handed helical, maka total sinyal akan saling mematikan.
  • Di ujung awal tempate akan menjadi tempat menempelkan ke dasar antenna. Sebaiknya ujung awal di lebihkan sedikit untuk mengkompensasi ketebalan penutup pralon 40 mm


  • Gunakan ujung yang lancip seperti cutter, beri tanda pada template sepanjang jalur helical dalam interval tetap, misalnya 5 atau 6 tanda setiap putaran. Dengan cara ini kita akan meninggalkan tanda pada pralon untuk memudahkan pada saat kita melilit kabel email. Beri tanda di mana kabel email berhenti di pipa pralon. Anda harusnya mempunyai beberapa mm kelebihan di pipa pralon. Hal ini OK.
  • Lilitan kabel tembaga berlapis email dan gunakan superglue atau Loctite 424 untuk menempelkan kabel ke tempat akhir kabel di pipa pralon. Perlahan lilitkan kabel sepanjang pipa pralon ikuti tanda spiral yang telah kita toreh di pipa pralon. Pada interval yang sama, misalnya setiap ½ atau 1/3 lilit, tambahkan lem untuk menempelkan kabel di tempatnya.
  • Pada saat anda mendekati akhir lilitan, lilitan terakhir jangan di lem. Biarkan cukup banyak kabel (10 cm atau lebih) di akhir lilitan. Biarkan dulu beberapa saat sampai lem mengering.
  • Potong lempengan kuningan atau tembaha dengan diameter 130 mm diambil dari circle.pdf. 
  • Bor lubang pada penutup pralon 150 mm dan lempengan 130 mm untuk baut dan konektor N. Semua berpusat pada penutup pralon 40 mm yang akan ditempelkan para penutup pralon 150 mm. Posisikan konektor N pada pinggiran kanan dari penutup pralon 40 mm.
  • Potong penutup pralon 40 mm agar ada tempat cukup untuk konektor N maupun lubang baut-nya yang tiga buah itu
  • Lubangi di tengah penutup pralon agar cukup untuk baut 5/16”. Penutup pralon dengan potongan maupun lubang baut
  • Baut penutup pralon 40 mm dan 150 mm menjadi satu
  • Tempat penempelan baut U terserah kepada kita tergantung pada ukunran-nya 25 atau 35 mm atau berapapun. Pastikan agar tidak mengganggu pada saat kita memasang kabel coax di konektor N
  • Pasang lempengan tembaga atau aluminium 130 mm pada penutup pralon 150 mm, dan bautkan pada penutup pralon 40 mm. Pastikan semua lubang pada lempengan dan penutup pralon pas.
  • Sambungkan konektor N
  • Untuk dapat matching impedansi antenna yang biasa sekitar 150 ohm untuk antenna helical ke kabel coax yang hanya 50 ohm, anda membutuhkan lempengan tembaga atau kuningan selebar 15-20 mm. Potong lempengan tersebut diagonal dan hubungkan dari konektor N ke ujung antenna. Ukuran potongan tembaga yang digunakan pada sisi tegak adalah 17 mm dan 71 mm dengan diagonal 73 mm. Lempeng aluminium tidak dapat di solder, jadi jangan digunakan. Lempeng kuningan yang baik digunakan
  • Masukan pipa pralon ke penutup pralon 40 mm dan tandai dimana spiral akan bertemu dengan ujung penutup. Potong kabel email yang berlebih disini, gunakan ampelas untuk menghilangkan email yang ada agar siap di solder.
  • Solder lempeng tembaga yang baru kita buat di atas ke kabel email dari spiral helical. Gunakan lem seperlunya. Mungkin anda perlu melakukan trimming dari lempengan lembaga untuk mencocokan ukuran.
  • Pada saat pipa pralon masuk secara penuh ke penutup pralon 40 mm, seharusnya pipa akan masuk dengan baik. Setelah itu lempengan tembaha yang menjadi matching impedansi di solder ke konektor N.
  • Agar pipa pralon menempel dengan baik ke penutup pralon 40 mm, ampelas permukaan kedua benda yang akan saling berhubungan ini dengan ampelas agar lem yang kita gunakan dapat lebih baik menempelkan pralon.
  • Gunakan lem Araldite yang SLOW DRYING (bukan 5 menit). Letakan Araldite di ujung bawah pipa pralon & di dalam penutup pralon. Atur posisi konektor N & rangkaian matching impedansinya.
  • Biarkan lem mengering (sekitar satu hari). Pasang baut U dan anda sudah memiliki sebuah antenna helical. Bentuk konektor N yang menonjol melalui lempengan tembaga yang terhubung pada lempengan matching impedansi tembaga.
  • Alasan utama mengapa penutup 150 mm digunakan agar kita dapat menutup selurtuh konstruksi antenna menggunakan pipa pralon 150 mm sehingga aman dari ganggung cuaca burung dll.







0

Author